KPL NASIONAL

Banyumas – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Tengah atas rekomendasi dari Kwartir Nasional menyelenggarakan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Lanjutan (KPL) pada hari Jum’at 13/2/2015. Kwartir Nasional yang diwakili oleh Kak Drs. Boedi Oetomo selaku Kepala Pusdiklatnas menyerahkan Tunggul Latihan kepada Kak Mulyono, S.Pd., M.Si. selaku Pimimpin Kursus yang akan berlangsung sampai dengan hari Jum’at, 19/2/2016.
Ketua Panitia Kak Ghulam dalam laporannya menyampaikan bahwa KPL kali ini, bagi Kwartir Daerah Jawa Tengah terasa lain karena tempat pelaksanaan yang biasanya dilaksanakan di Puskepram Candrabirawa kini dilaksanakan di Balai Diklat Kabupaten Banyumas di Baturaden; KPL yang ke-16 di Kwartir Daerah Jawa Tengah yang diikuti oleh 55 orang Peserta dari Kwartir Cabang se-Jawa Tengah ini menggunakan metode baru, yakni metode segmental yang difokuskan pada pengkayaan dan penghayatan pengelolaan kepelatihan sehingga peserta didorong untuk berpartisipasi aktif, berinovasi dan memiliki perspektif baru yang terbuka, rasional dan efektif.
Sebagai tuan rumah KPL, Ketua Kwartir Cabang Banyumas, Kakak Ir. H. Didi Rudwianto, S.H., M.Si. mengucapkan selamat datang kepada seluruh Peserta dan berharap KPL ini juga menjadi “madrasah” bagi peserta agar mampu menggali Ruh Scouting Skill dengan terus berinovasi, karena Pelatih Pembina Pramuka adalah figur yang menjadi contoh dalam pengembangan karakater; tidak hanya bagi Pembina Pramuka namun juga bagi peserta didik yang dibinanya.
Selesai membuka secara resmi Kursus ini, Ketua Kwartir Daerah Jawa Tengah, Kakak Prof. Dr. Ir. S. Budi Prayitno, M.Sc. yang hadir bersama Waka Kwarda Jawa Tengah bidang Binawasa Kakak Drs. Kartono, M.Pd. menyempatkan diri berbagi pengalaman setelah mengikuti CLT di Korea, beliau menekankan bahwa Pelatih Pembina pramuka adalah seorang Pembina Pramuka terpilih, memiliki niat berbakti untuk memajukan Gerakan Pramuka; yang diharapkan keikhlasannya dalam mengabdikan dirinya. Pelatih Pembina adalah fasilitator, motivator dan inspirator bagi Pembina Pramuka yang dapat mengemas kegiatan sesuai dengan usia peserta didik, sehingga peserta didik merasakan kerinduan berkegiatan, rindu pada Kakak Pembinanya dan teman-temanya; karena mereka dihargai oleh pembinanya yang mengerti bahwa dalam Gerakan Pramuka seluruh proses kegiatan yang dilakukan adalah merupakan tantangan karakter bagi mereka, untuk mengembangkan diri dengan kegiatan yang menarik dan menyenangkan.